Petruk sayang , Petruk malang (part 2)

##Lanjutan dari cerita petruk sayang, petruk malang ##

Menjelang senja, petruk yang sudah membuat janji dengan srikandi mau ketemuan, siap2 berangkat menuju negeri ngamarto yang jaraknya lumayan jauh.
Di bela2 in mbolos kerja, jam 3 sore, petruk sudah sampai di stasiun. Suara cempreng bel kereta kertajaya membuyarkan lamunan petruk yang memang sudah menunggu kedatangannya
“Bismillah, aku mau menemui pujaan hati, cenil ariani anakku, doakan ayah selamat dan barokah dlm misi mencarikan pengganti bundamu ya nak “ gumamnya dalam hati.

15 jam dilalui petruk  naik kereta kelas ekonomi, yang bangkunya duduk berhadap2an sesama penumpang, fitur dengkul natap dengkul. semakin menambah penderitaan karna kaki yang gak bisa di selonjorin.
Hanya berharap orang di depannya mengangkat kaki ke atas kursi, baru bisa di kencengin kakinya.
Di iringi suara lagu dari hape yang sudah drop batreinya,
“tunggulah aku di jakartamu, tempat labuhan semua mimpiku..”
lagu kepunyaan shela on sepen, padahal dulu  pas band ini booming,ndak begitu suka. cuma ngepas2in saja sama keadaan, lumayan bisa sedikit mengusir pemandangan sumpek penjual yang riwa-riwi, bolak-balik nawari dagangan padahal bolak balik juga petruk bilang ‘tidak’.
kram, gerah, kesemutan tak di hiraukan asal sampai di tempat tujuan.

Matahari baru saja mecungul dari peraduannya, di barengi suara cicit burung gereja. jam sembilan pagi, petruk sampai di stasiun pasar senen, menahan kantuk, karna semalaman ga bisa tidur, mukanya awut2an, Bulir-bulir keringat menelisep di sela2 ketiak yang baunya mirip gombal pel-pel’an basah.
Sambil menunggu datangnya srikandi, petruk mandi dulu menyegarkan badan, biar ndak keliatan kayak orang hilang.

Kerinduan yang lama terpendam, buyar seketika saat menjumpai srikandi yang tampak anggun memakai baju warna kayak terong.cantik sekali…

Seharian menghabiskan waktu berdua, setiap detik dan setiap jengkal langkah terasa begitu indah, rasa capek dan ngantuk hilang entah kemana karna dia menghadirkan banyak cinta, begitu banyak sampai aku tenggelam di dalamnya.
“nak sepertinya wanita ini tepat jadi pengganti bundamu” begitu kata petruk optimis.

gambar ngambil dari iwaniwe.wordpress.com

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu.. seandainya bisa menghentikan waktu sejenak, ah kenapa matahari harus tenggelam di hari yang indah ini, mau tidak mau , petruk harus pulang. kembali kepada ariani yang menunggu di rumah.
duduk berdua menikmati sisa-sisa waktu bersama dia sambil menunggu datangnya kereta, yang berharap datangnya lebih lama lgi, klo perlu, mogok juga ndak apa2.

Suara deru mesin lokomotif gumarang akhirnya datang juga, membawa petruk kembali pulang ke rumah.. di iringi tembang lawas milik Stinky.
“tetes air mata, basahi pipimu, disaat kita kan berpisah..”
samar2 srikandi terlihat menitikkan airmata. meninggalkan hati yang di titipkan di sana, untuk di ambil lagi suatu saat.  we’ll meet again my dear, someday soon, InshaAllah.
-jakarta, 25 juli 2010-

Esok paginya petruk sampai kembali di ngastino, pulang ke rumahnya, atau tepatnya kost-kostannya yang nyelipnep ke dalam gang sempit, temboknya cuwil2, dan dindingnya mbulak, cuma di cat klo lebaran saja.

Satu bulan, dua bulan, hingga kini satu tahun setelah pertemuan itu, srikandi seolah semakin menjauh..
SMS jarang di bales, telpon kadang ga di terima, status hubungan di fesbuk di tanggalkan, album foto di hapus bahkan akhirnya petruk pun di remove dari pertemanan.
karna akhirnya Raden Drupada, bapaknya srikandi, tahu hubungan petruk sama srikandi. dan Raden drupada rupanya tidak menyetujui hubungan itu.

Kabar terakhir yang petruk tahu, status hubungan dia sudah “bertunangan”.
petruk kecewa untuk yang kedua kalinya.

kepada srikandi
yang pernah mengenalku
yang pernah duduk dan bercerita di sampingku
yang pernah mencoba mencerna hari bersamaku

terima kasih atas warna yang kau lukiskan
terima kasih atas senyum yang kau bagikan
atas kedewasaan yang mengisnpirasi langkahku
atas sebuah cinta yang tak bersyarat.

maaf jika aku menggoreskan luka di hatimu
maaf jika aku belum bisa larut jauh ke dalam warnamu
maaf jika aku pernah mencintaimu.
semoga kamu dan keluarga kecilmu, semakin baik kedepannya.
salam dari petruk dan ariani
-Surabaya, 23 Agustus 2011-

About maseko cahyo


6 responses to “Petruk sayang , Petruk malang (part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: