Monthly Archives: Juli 2011

Ada yang aneh dilidah saya.

Beberapa saat lalu saya sempet membaca blog punya asop , tentang saya, sepuluh hal.

Kadang unik juga mencermati keanehan dan ketidak biasaan tentang diri sendiri. dulu pernah saya bahas di sini bahwa saya nggak suka pedes.
Sampai saat ini ada dua makanan yang belum bisa kompromi dengan lidah saya , yaitu pedes dan gajih. dan sepertinya tiak akan pernah saya kompromikan.
kata orang sih, laki2 yang ga suka pedes itu, orang nya kalem, lembut dan penyayang sama wanita.*membela diri*
Waktu saya mengutarakan hal ini, langsung d protes istri saya (almh), “teori dari mana itu??”
ya saya bilang. logikanya sederhana, saat kita kepedesan, lalu minta tolong ambilkan air minum, misal istri kelamaan dikitt aja, kan si suami jadi marah ya tho? hehe

Kalo di tulisan yang saya ga suka pedes itu, saya nyeritain hal yang ga saya suka, saat ini saya mau ceritain hal yang setengahnya saya suka, namun setengah di saat yang lain jadi gak suka.

1. Bawang merah
Ada kalanya saya sangat membenci aroma bawang merah, apalagi saat di iris tipis yang bikin nangis. tiap makanan yang ada bawang merahnya, pasti selalu saya sisihkan.
tapi anehnya, saya sangat menyukai rasa dan aroma bawang, saat di campur dg sate. apa karna udah ter netralisir sama bumbu sate ya??

2. Daun bawang
Dulu istri saya selalu uring2an karna tiap kali makan soto, mie ayam atau bakso yang di taburi irisan daun bawang, selalu saya buang.(daun bawangnya, bukan baksonya)
namun di saat yang lain gantian istri saya yang saya tantang makan lumpia pake daun bawang yang masih utuh panjang2. ternyata dia nggak doyang yang utuh. *nah lho*
aneh memang, saya doyan yang masih utuh panjang, ketimbang yang udah di iris. emang bedanya apa?

3. Taoge / kecambah
di masak model apa aja, saya gak suka kecambah, kecuali kalo kecambah yang di campur urap-urap.

4. lemon
Saya suka aroma lemon, tapi tidak akan saya makan saat berganti merk mama lemon (ini guyon)

5. makanan anjing.
Bukan.. bukan.. jangan salah sangka. saya gak akan pernah makan makanan itu. saya cuma heran aja, darimana mereka tahu kalo makanan anjing itu enak???

6. saya suka ngemut sesuatu.
Biasanya tusuk gigi, batang korek api, ato sedotan air mineral. tapi  syukurlah kebiasaan ini (yang katanya buruk) sudah bisa saya hentikan.
Penyebabnya, waktu itu saya berada dalam mobil perjalanan rombongan tim sepak bola kampung, ada yang janggal di mulut saya, karna saya lupa gak ngemut sesuatu.
pandangan saya tertuju batang korek api yang tergeletak di dekat jendela. tanpa assalamualaikum, langsung saja saya emut itu.
Teman di depan saya (kita duduk di belakang yang kursinya berhadap2an), cuma ngeliatin, sambil tersenyum kecil.
Waktu itu saya belum ngeh kenapa dia tersenyum seperti itu, setelah mendapat hidayah, akhirnya saya nebak
“ini bekas kau emut ya???”
dia cekikik’an… ah sial.

7. lidah saya berasa manis
Kalo gak percaya, silahkan mbak-mbak boleh mencicipinya.


Gerakan belanja di kota sendiri

gambar dari iwaniwe.com

Entahlah,  sudah berapa lama pastinya saya tinggal di surabaya. Mau bagaimana lagi , disinilah mungkin rejeki saya berada. Bolak-balik cari kerja di gresik tapi ndak pernah berhasil *ironis*
Di kota ini pulalah sebagian besar waktu aku habiskan, ya makan, ya belanja, ya ngemil.
*sengaja saya ndak menggunakan kata jajan, karna konotasinya kog negatif*

Suatu kali, saya pergi ke nikahan seorang teman, bareng2 teman urban juga. Disana ketemu teman2 lama , mereka juga kerja di surabaya
bahkan di kota lain. Kita ngobrol mulai dari mbahas ‘belah duren’ sampai ngomongin masalah ekonomi gresik.
*padahal semua yang disini orang2 teknik lhoo*.
Kenapa ya ekonomi gresik kog dari dulu seperti itu2 saja. tertinggal jauh dari surabaya. Padahal klo lihat perbandingan wilayah, penduduk dan potensinya, gresik seharusnya bisa (paling tidak) nyrempet2 surabaya.

Awalnya tidak pernah sedikitpun terbesit di pikiran saya akan hal itu, pendapatan yang saya peroleh dari kota ini, ternyata sebagian besar juga saya gunakan di kota ini. Bahkan saya menganganggap diri saya turut membantu perputaran roda ekonomi. Apalagi ketika di kota ini sering diselenggarakan
 “surabaya shooping festival” , “Surabaya Big Sale” atau pula “festival pasar surabaya”,  saya pun gak mau ketinggalan ikut mensukseskan program pemerintah.
Paling tidak inilah kesempatan saya berbalas budi kepada kota ini.
hal yang sama, mungkin juga dialami teman2 urban dari gresik yang lain.

Seandainya saya dan teman2 urban membelanjakan 500ribu saja dalam satu bulan, dan jika teman2 urban ada 1000 orang, berarti sudah setengah milyar uang beredar disini.

Bagaimana dengan adik2 mahasiswa yang kuliah disini??
meski tidak 100%, tapi saya yakin sebagian besar biaya kuliah mereka disubsidi oleh orang tua mereka dari gresik.
Seandainya adik2 mahasiswa urban membelanjakan 500ribu saja dalam satu bulan, dan ada 1000 orang mahasiswa, berarti sudah setengah milyar uang berpindah dari gresik ke surabaya.

Angka 500ribu bukanlah angka sebenarnya, pasti jauuuhhh lebih besar dari itu, karna angka diatas hanya cukup buat bayar kost sama makan rawon, tapi  lauk pake krupuk.

Memang untuk mengembalikan duit diatas , agar berputar di gresik, rasanya mustahil. Usaha untuk mengembalikan meski tidak secara signifikan, seandainya 10%nya saja bisa kembali ke gresik , itu cukup lumayan.
Caranya mudah dan sederhana. mulai saat ini saya membiasakan berbelanja kebutuhan sehari2 yang bisa di beli di gresik,
Salah satu kesempatan berbalas budi untuk kota kelahiran saya.

Sabun, odol, pulsa, sandal,balsem, tisu dan kira2 apa yang saya bisa beli dari sana, ya saya beli dari sana. Bahkan jika memungkinkan, beli dari toko tetangga rumah saya di kampung.
Prinsip saya sederhana, kalo kita beli dari tetangga atau saudara terdekat kita, sedikit banyak pasti akan kembali kepada kita juga.
seandainya tidak kembali pun, paling tidak saat lebaran, kita bisa mencicipi kue di rumah mereka. dan itu juga hasil laba dari barang yang kita beli.

Perubahan besar tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari hal2 yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai sekarang juga.
Namun sisi baiknya adalah, blog ini lahir dan saya tulis di surabaya.
*ndak ada hubungannya*