Senyum untuk ayah

Cuma copast dari catatan punya egha.

Ayah.. ayah.. senyum ini untukmu ayah. mungkin aku teramat kecil untuk mengetahui semua ini, namun aku bisa merasakan lewat hatimu ayah. Saat nenek yang kupanggil ibu bertanya padaku,aku anak siapa? tanpa ragu kujawab “ini lho anak’e dewi, egha ini anak’e dewi”.
Dimana dewi sekarang ? aku terdiam sejenak.
Aku hanya menjawab “ibu dewi di atas”
disurga.
“iya”

Ayah.. ayah.. kulihat di di sudut matamu,nampak buliran airmata yang tertahan, meski kulihat senyummu mengembang, aku tahu itu senyuman getir, senyum sebagai penahan uraian airmata . Hatimu mungkin teriris iris menjadi potongan kecil2. tapi kau selalu saja membuatku tersenyum. Sayangi aku dengan serpihan yg tersisa itu ayah.

Ayah.. ayah.. malam itu, saat aku mengikuti gerakanmu, walau terkadang kebablas tidur saat sujud. kulihat kau tersenyum.

Ku dengar doa dalam hatimu,  sekalipun tak dapat d dengar oleh orang sebelahmu, tapi aku dengar itu.. ya tentang aku dan bundaku..tentang cinta dan kematian, tentang dosa dan ampunan.. tentang pengharapanku saat ku besar nanti. tentang risau di hatimu.

Ayah.. ayah.. aku ini masih kecil, mohon maklumi, saat aku berlari meninggalkanmu seusai kau takbir. Aku tau kau pasti khawatirkan aku, jadi tak khusyuk sholatmu. mohon jangan pukul aku, mohon jangan marahi aku.. ini hanya naluri kekanakanku.bukankah dulu kau juga begitu? tanya saja embah.

Ayah.. ayah.. kau meninggalkan sholatmu, dan lebih mengawasi aku bermain ayunan di halaman masjid. Aku tahu dalam hatimu ingin sekali tarawih, tapi aku juga juga tergoda betapa gembiranya mbak2 yg juga bermain.

Ayolah yah.. kasih ijin aku, mereka punya ayah dan ibu, mereka bahagia, aku pun ingin tersenyum meski saat ini aku hanya punya satu orang tua. Walau berat, akhirnya kau mengiyakan keinginanku ayah. ahh aku tau yg kau pikirkan. ‘tidak apa2 ini hanya sholat sunnah, d rumah juga bisa d kerjakan’ begitukah yah?? meski akhirnya ga terlaksana juga.

ayah.. ayah.. kalo bunda masih ada, mungkin bisa bergantian menjaga aku bermain.tidak apa2 kan yah?? aku masih kecil belum kena kewajiban untuk sholat. saat ku dewasa nanti, doaku buatmu, buat bundaku.

ayah.. ayah.. tolong siapkan jawaban di kemudian hari, saat aku besar nanti, saat aku bertanya, dimana sebenarnya bundaku sekarang?? jika aku bertanya tentang hal hal baik dari bunda, pasti takkan habis kata2 yg keluar dari mulutmu. Jika ada yg kutanyakan hal terjelek dari bunda, kau hanya jawab, dia memiliki suami yg jelek😛
Tolong juga hibur aku saat aku mendengar cerita dari teman sebayaku tentang manisnya ibu mereka, serunya curhat bareng ibu mereka. lezatnya masakan ibu mereka.

ayah.. ayah.. aku tahu Allah tidak akan salah memberikan seorang ayah sepertimu.

ayah.. ayah.. maaf aku tanya tentang foto itu, jadi membuatmu rindu bunda.

About maseko cahyo


8 responses to “Senyum untuk ayah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: