petruk sayang, petruk malang

gambar dari iwaniwe.com

**gambar dari iwaniwe.com

Pada jaman dahulu kala, saat manusia masih bisa bercakap2 dengan binatang, saat semua orang masih sakti, memindah gunung bisa dilakukan dalam semalam, membuat danau cuma beberapa jam saja adalah hal yang lumrah pada saat itu.
internet belom lahir.. listrik belom ada , apalagi komputer.

Alkisah adalah seorang bernama petruk. petruk adalah seorang laki2 yang mempunyai seorang anak perempuan semata manusia bernama Ariani ( bukan semata wayang, karna ini cerita wayang  ,jadi dinamakan semata manusia) hasil pernikahan dengan seorang bidadari dari bulan, bernama Dewi Purnama.
Nama ariani adalah bearti seorang wanita yang tegar, kuat, tahan uji.. sedang dewi purnama sendiri telah meninggal saat kecelakaan bersama petruk. kuda yang mereka tunggngi bertabrakan  dengan sebuah cikar
(bagi yg ga ngerti cikar adalah kereta yag ditarik oleh sapi, kalo yg di tarik oleh kuda namanya dokar, sedang kalo yg di tarik oleh manusia namanya kereta jenazah)

Suatu kali petruk kenal seornang wanita bernama srikandi.seorang wanita yang cantik, berbudi pekerti, dan mandiri.. dia mempunya seorang anak laki2 yang bernama gatotkaca (emang bener , gatotkaca anaknya srikandi?)

Jauhnya jarak keduanya antara negri ngamarta dan negri ngastina.. ujung tanah jawa ke ujung tanah jawa yg lain. tak menyurutkan niat petruk yang sudah menaburkan angan2 indah di awang2, berkeyakinan bahwa “cinta akan mendekatkan jarak”. semakin memantabkan hati petruk.

Singkat cerita *karna pembaca mulai ngantuk*..
Matahari muntup muntup mulai turun di ufuk barat, Bulan nanggal sepisan, hari belum begitu malam. petruk sudah pulang dari kerjanya,sore itu sekitar pukul setengah enam sore terdengar ringtone dari burung merpati dari balik jendela kamar petruk yang sederhana, kumal dan sering kebanjiran.

Ada ‘inbox pesan’

Srikandi mengirim pesan lewat burung merpati (belom ada kantor pos, apalagi sms) yang isinya sebenarnya srikandi mencintai petruk dan ariani, namun dirasa petruk yag menjauhi srikandi, akhirnya srikandi berniat pergi.
petruk melongo kebingungan, gak tau harus ngomong apa, gak ada angin ga ada hujan.. tiba2 dapet pesan seperti itu (canggih juga ya merpati jaman itu, dari negeri ngamarto ke negri ngastino hanya beberapa detik saja.. lha pantes merpatinya punya indosat seh..)

Hari berganti waktu berlalu, dua minggu kemudian. Nun jauh disana,  petruk yg masih kebingungan mencoba bertanya kepada srikandi
“masihkah diriku didalam hatimu??”

Tak dinyana, jawaban srikandi
“sejujurnya kamu masih ada di hatiku mas dan kamu pasti tau itu”
Petruk kegirangan, teriak histeris, lonjak-lonjak nangkring di atas meja kecil. diiringi tepuk tangan dari ariani.
Karena kelelahan, petruk dan arian tertidur. di pelukan bapaknya yang tersenyum simpul karna berpikir bahwa dahulu hanyalah salah paham belaka., ariani nampak terpejam dengan damai.

Suatu kali tanpa tanpa disengaja, si cenil, ariani matur kepada bapaknya.. “ayah, ternyata srikandi sudah jadi milik arjuna”

Ternyata tanggal 1 wulan saka, arjuna ketemu srikandi, srikandi langsung kesengsem.. tanggal 5, srikandi ngirim pesan diatas kepada petruk, untungnya petruk masih menyimpan pesan itu sedangkan burung merpatinya sudah di goreng..
Petruk kecewa, sakit hati, terluka, namun apa daya , arjuna yang lebih rupawan, mempesona luar dalam lebih smart dan gagah perkasa, jelas bukan bandingan bagi seorang petruk.

Petruk yang terus penasaran akhir tahu, bahwa petruk pernah membuat prasasti yang berbunyi “ku sengaja menjauh” pada tanggal 5 dan itu diartikan atau mungkin sengaja di jadikan alasan srikandi bahwa petruk sengaja menjauhinya, tanpa memberi kesempatan petruk menjelaskan maksud prasasti tersebut.
Padahal saat itu maksud petruk lagi omong2an sama semar, karna bau mulut, petruk menjauhi semar.

Nasi sudah menjadi bubur. Kini srikandi telah pergi berbahagia bersama arjuna tanpa pernah lagi memikirkan petruk dan mungkin juga ariani.

Diiringi suara gamelan, petruk mulai nembang lagu milik grup band naff , mengungkapkan perasaan hatinya

“aku Tak Pantas Memiliki
Menyayangi
Mengasihi Dirimu
aku Tak Ingin Lagi Kau Terluka
Mencintaiku

Kini Diujung Asaku
Disepanjang Hidupmu
Kuingin Engkau Bahagia
Tanpa Diriku Ada Disampingmu”

~~~~~ S~E~K~I~A~N~~~~~

~merindukan kata2 “titip cium buat egha”~

lakon wayang diatas tidak pernah dipentaskan oleh dalang, karna hanya memang karangan saya sebagai pengantar tidur sikecil. Silakan tidur bagi yang sudah mengantuk karna dongeng ini.

About maseko cahyo


9 responses to “petruk sayang, petruk malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: