Arsip Tag: mewarnai

Gambar gagal berdampak systemik

GAMBAR KUDA

Perjalanan surabaya gresik seharusnya bisa d tempuh dalam 30 menit, jadi lebih lama karna saya selalu pelan2 , sampai di rumah pukul delapan malam.
Selalu ada kejutan, egha (sekarang udah 3 setengah tahun) selalu menyambut saya pulang dari kerja dengan riang.

Kalo nggak cekak’an, ya kadang ngajak jalan2 naik motor, kadang juga minta d belikan es krim,  ngajak main bongkar pasang.. masak2an.. macul sawah *halah*

Kali ini dia menyambutku dengan hasil yang dia pelajari dari sekolah PAUD. buku mewarnai, menempel , semuanya di tunjukkan ke aku…

Juga buku yang berisi gambar2 binatang.

Saya coba ngetes kemampuan dia.. satu persatu gambar yg aku tunjuk, dia sebutkan dengan benar.. ayam , kucing, bebek , kodok..sampai pada satu gambar yang dia sebut ‘KUDA’

Saya : “ini bukan kuda, ini unta.. kalo kuda itu yang gini.” sambil nunjukin gambar kuda yang lain

egha : “lho bukan.. ini kuda.. ini juga kuda” dia ngotot.

Saya pikir mungkin gambarnya yang jelek atau memang dia belom pernah tahu itu unta. Saya ga tau kenapa egha koq ngotot bilang itu ‘kuda’. Lalu setelah saya melihat dengan seksama.. ternyata gambar itu memang ‘kuda’.

Oke, begini ilustrasinya, hewan ini berkaki empat.. punya punuk.. leher panjang..

Unta??

Bukan!!, ini  ‘kuda’ !!

Saya detailkan lagi ilustrasinya.Di gambar ini, habitatnya daerah berpasir , batu dan ada pohon kurma..

masih bilang ini unta??

Salah,.. serius, ini  ‘kuda’  koq

kalo masih gak percaya ini ‘kuda’, saya kasih gambarnya.

Coba lihat apakah ini unta??

Entah siapa yang membuat ini.. mungkin inilah yg dinamakan (meminjam istilah kasus bank century) gambar gagal berdampak sistemik.

GAMBAR GUNUNG.

Egha juga mempunyai majalah mentari (hehe majalah favorit saya saat kecil). Saya lihat2 isinya ternyata hampir masih sama seperti ketika saya berhenti langganan dulu.
Noltalgia sejenak , Abunawas, Hamidun (kalo dulu hamindalid kalo ga salah), Gino CS masih ada. emang ada yg hilang seperti Tari & coretannya dan Superbejo.
Sampe akhirnya perhatian saya tertuju pada gambar kiriman. pikiran saya flashback sejenak  ke masa SD, sepertinya gambar seperti itu ga asing bagi saya.sangat familier.

Pelajaran menngambar memang sangat saya sukai (setidaknya lebih mudah dari berhitung atau hapalan d depan kelas)

Entah karena konsisten atau mungkin sudah tradisi,Stereo-type gambar sperti diatas, hampis sama seperti yng saya gambar puluhan tahun lalu.
dan bukan hanya saya, kebanyakan teman sekelas pun menggambar demikian. dan masih lestari sampai sekarang.
memang sih ga 100% persis, tapi intinya sama.seperti berikut ini
- Gunung, biasanya ada 2 buah (dg ukuran dan bentuk yg sama) :D
- Matahari, menyembul di tengah2nya.
nah biasanya sebagai pemanis di tambahkan awan yng mengepul, menutupi sebagian gunung atau matahari. Burung terbang tampak depan seperti angka 3 yg tidur.
_ Jalanan yang membelah (menggunakan teknik perspektif). Biasanya d tambahkan tiang listrik. entah menuju kemana , tapi yg jelas ke arah gunung padahal tidak ada desa d sana.
- lalu kanan kiri ada sawah.
Dg asumsi menggambar padi lebih mudah, hanya dg huruf V,  jadi tidak di gambari kelapa atau pisang.

Yang rada kreatif sedikit biasanya d tambahkan pak tani yg sedang membajak sawah pake kebo, kadang juga d beri rumah-rumahan sederhana.

Nah kalu gambar kalian sekiranya kayak d atas, berarti sama seperti saya, sekolah di INDONESIA. maju terus bangsaku..!!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.